Langsung ke konten utama

Transformasi Bisnis Ala Rasulullah



Suku Quraysi sangat terkenal dengan Kemampuan dagangnya, Allah SWT mengabadikannya dalam Surat Al Quraisy ( QS 106 : 1-4 )

Abu Thalib sebagai Saudagar Suku Quraisy akan melakukan Ekspedisi Dagang Menuju Syam, sebuah Negeri yang sangat Makmur saat itu. Suku Quraisy yang tinggal di Mekkah adalah sebuah wilayah yang tandus, sehingga Penduduknya hanya berperan sebagai Pedagang dan Peternak.

Muhammad adalah Keponakan Abu Thalib yang memaksa ikut dalam Ekpedisi Dagang ke Syam, Muhammad belum punya pengalaman dagang sekalipun. Muhammad hanya seorang Pengembala Ternak. Menariknya, Pengembala ternyata adalah Profesi para Nabi :

Dari Abu Hurairah ra : “Allah SWT tidak akan mengutus para Nabi kecuali menjadi pengembala domba.” Para sahabat bertanya, “Apakah engkau juga demikian?” Nabi Muhammad SAW menjawab, “Ya, Aku mengembala Domba milik orang-orang Mekah dengan upah beberapa Qirath.” (HR al Bukhari)

Momentum Ekspedisi dagang ke Syam adalah Tonggak pertama Muhammad memulai Perjalanan menjadi Seorang Entrepreneur, Usia Muhammad saat itu 12 tahun. Inilah Fase Magang menjadi seorang Entrepreneur dengan Mentor Abu Thalib pamanya sendiri. Dalam Fase ini pula Muhhamad bertemu seorang Pendeta Nasrani (Bahira) yang mengetahui tanda kenabian pada dirinya. Ekspedisi Dagang terus berlangsung, capaian demi capaian terus didapat Muhammad sebagai seorang Pedagang dengan Value yang ada pada dirinya. Personal Branding melekat pada dirinya Al Amin (yang artinya terpercaya).

Kabar tentang Muhammad tersebar hingga seantero Mekah, Banyak Investor yang ingin mengajaknya kerja sama. Hal ini terdengar oleh Seorang Saudagar Wanita yang bernama Khadijah. Muhammad memainkan peranan sebagai Seorang Mudarib/Pengelola atau Manajer Bisnis. Muhammad diusia 20 tahun dipercaya Khadijah melakukan Ekspedisinya ke Syam. Kembali kesuksesan diraih Muhammad dengan Modal Al Aminnya.

Sampai pada Usia 25 Tahun, Khadijah melamarnya menjadi Istri sekaligus melakukan Syrkah, dengan menjalankan Bisnis bersama dengan Value bisnis ; Intergrity, Loality, Profesionality dan Spirituality. Bisnisnya terus berkembang dan menjadi Modal dalam menjalankan Dakwah setelah Muhammad diutus menjadi seorang Rasul.


Transformasi Rasulullah


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ibu Susi, Laut itu melihatnya saja dapat Pahala, Apalagi mengarunginya...

  Ibu Susi Pudjiastuti terpilih sebagai Menteri Kelautan & Perikanan (MKP), selamat ya bu.. Ibu terpilih menjadi MKP. Hal ini bukan tugas yang ringan, boleh jadi ini mungkin ini ujian yang Sulit buat ibu Susi. Saya sangat prihatin, dalam setiap situasi dan kondisi, ada saja yang ingin membenturkan bangsa Indonesia, berbagai Foto Ibu disandingkan dengan Ibu Atut, dengan Almarhumah Ustadzah Yoyoh, sungguh bukan hal yang pantas untuk disandingkan dan dibandingkan. Manusia mempunyai kelebihan dan kekurangan, jangan kita terlalu sombong dengan kelebihan yang kita miliki, karena semua itu semata Anugerah Allah SWT. juga kita harus bersyukur karena masih banyak kekurangan kita yang Allah SWT tutupi, hanya sedikit yang orang lain tau, sungguh Allah SWT lah yang maha pemurah lagi maha pengasih.... Bicara tentang laut tentu bukanlah hal yang sederhana, laut adalah sebuah persoalan kompleks yang harus kita selesaikan secara bersama ; banyak kepentingan yang ada dil...

Berpikir Besar, Bertindak Kecil (Think Big, Act Small)

Jason Jennings, penulis buku less is more, melakukan riset terhadap beberapa perusahaan di Amerika yang mampu memberikan laba yang Optimal, Jasson mengelompokan dengan pendekatan berpikir dan bertindak, ada 4 type diantaranya ; Berpikir Kecil, Bertindak Besar   Berpikir Kecil, Bertindak Kecil Berpikir Besar,  Bertindak Besar Berpikir Besar, Bertindak Kecil Berpikir besar saja tidaklah cukup untuk menjadikan suksenya sebuah bisnis, terlebih lagi tidak ada satupun bisnis yang didirikan untuk gagal. Namun kenyataannya, setiap tahun di AS terdapat lebih dari 40.000 Bisnis yang bangkrut. Riset dari University of Texas memperlihatkan bahwa 98% perusahaan kecil tutup dalam 11 tahun. Berpikir besar terdapat pada setiap keberhasilan usaha manusia. Namun, berpikir besar saja tanpa tindakan yang tepat hanya menghasilkan kegagalan. 4 katagori pemikiran dan tindakan (eksekusi) diatas adalah alternatif yang tersedia bagi setiap pemimpin dan perusahaan. Jason Jennings menemukan ...

Semuanya itu bermula dari Mimpi Besar

Dakwah Islam mengenal istilah Mahaliyah Wa ‘Alamiyah , bertindak lokal berpikir global, satu nafas dengan Berpikir Besar, bertindak kecil (Think Big, Act Small) Bagaimana cara mengimplementasikan konsep tersebut. untuk menjalankan usaha dibutuhkan cita-cita yang besar, cita-cita besar harus kita pikirkan bagaimana cara mewujudkannya, Konsep mind map bisa kita pakai untuk Memancing ide besar dan sekaligus mengurainya : Gambar Konsep Mind Map Mind Map menurut IQmatrix bermanfaat untuk : Menyimpan informasi   Pengorganisasian informasi Skala prioritas Belajar memahami informasi   Meninjau kembali   Mengingat informasi   Metode ini dipopulerkan oleh Tony Buzan, seorang penulis dan bintang televisi terkenal dari Inggris. Agar mempermudah kita dalam memeras ide besar menjadi tindakan-tindakan kecil, kita bisa menggunakan software xmind :   Aplikasi Xmind Rangkaian tindakan yang sudah terurai bisa kita ...